Gambaran Penanganan Sampah dan Kepadatan Lalat di Pasar Pagimana

Overview of Waste Handling and Fly Density in Pagimana Market

Authors

  • Muhammad Irzandi Arifai Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Maria Kanan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Sandy Novriyanto Sakati Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Anang Samudera Otoluwa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Bambang Dwicahya Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk

DOI:

https://doi.org/10.51888/jpmeo.v3i3.266

Keywords:

Penanganan sampah, kepadatan lalat, sampah

Abstract

Sampah saat ini menjadi masalah penting bagi tatanan kebijakan Nasional dan daerah di Indonesia. Keberadaan sampah dapat memberikan pengaruh Kesehatan bagi masyarakat karena sampah merupakan sarana dan sumber penularan penyakit. Pengaruh sampah terhadap Kesehatan secara tidak langsung dapat berupa penyakit bawaan vektor yang berkembang biak di dalam sampah salah satunya lalat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penangan sampah mulai dari gambaran penanganan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan kepadatan lalat di Pasar Pagimana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan jumlah 51 sampel, dibagi menjadi pedagang ikan 26 sampel, pedagang sayur 13 sampel, dan pedagang asongan 12. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa proses pemilahan sampah dari 25 sampel tidak dilakukan, wadah sampah meski kedap air, namun tidak tertutup. Proses pengumpulan sampah sebanyak 26 pedagang (50,98%) dikumpulkan sendiri dan dibawa pulang untuk  diolah. Pengangkutan sampah dilakukan setiap hari jumat dari pasar ke TPA. Kepadatan lalat di Pasar Pagimana yaitu tinggi dengan nilai 31 (60,78%) rendah sebanyak 20 (39,22%). Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan para pedagang sebaiknya melakukan pemilahan sampah, meyediakan wadah sampah tertutup, lalu proses pengangkutan sampah sebaiknya dilakukan sekali setiap hari, serta memperhatikan lokasi berdagang khususnya pedagang ikan yang basah dan mengundang datangnya lalat. 

Waste is currently an important problem for national and regional policies in Indonesia. The presence of waste can have a health impact on the community because waste is a means and source of disease transmission. The indirect effect of waste on health can be vector-borne diseases that breed in the waste, one of which is flies. This research aims to obtain an overview of waste handlers starting from descriptions of waste handling, waste collection, waste transportation and fly density at Pagimana Market. The method used in this research is descriptive, with a total of 51 samples, divided into 26 fish traders, 13 samples of vegetable traders, and 12 hawkers. The results of the research showed that the process of sorting waste from 25 samples was not carried out, although the waste containers were watertight, they were not closed. In the waste collection process, 26 traders (50.98%) collected it themselves and took it home to be processed. Waste transportation is carried out every Friday from the market to the landfill. The density of flies at Pagimana Market was high with a value of 31 (60.78%) and low at 20 (39.22%). Based on these results, it is hoped that traders should sort waste, provide closed waste containers, then the process of transporting waste should be carried out once every day, and pay attention to trading locations, especially fish traders, that are wet and attract flies.

References

Andriani. 2007. Pemberantasan Serangga dan Penyebab Penyakit Tanaman Liar dan Penggunaan Pestisida. Proyek Pembangunan Pendidikan Sanitasi Pusat. Pusdiknas Depkes RI.

Annisa Muthainna Kasino. 2016. Hubungan Antara Sanitasi Dasar Dengan Tingkat Kepadatan Lalat di Rumah Makan Pasar Tuminting Kota Manado. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas SamRatulangi.

Arief Setyo Syahputro. 2018. Hubungan Pengelolaan Sampah Dengan Tingkat Kepadatan Lalat Di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kota Madiun. Peminatan Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.

Azwar, A. 1995. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.

Chandra, B. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC.

Damanhuri, Enri, 2010. Pengelolaan Sampah. Bandung: Diktat Kuliah Teknik Lingkungan.

Depkes RI. 1987. Pedoman Bidang Studi Pembuangan Sampah. Jakarta: Depkes Pudiknakes Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Sanitasi Pusat.

Dhokhikah et al., 2015. Community participation in household solid waste reduction in Surabaya, indonesia

Kepmenkes Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran.

Masyhuda, Retno Hestiningsih, Rully Rahadian. 2017. Survei Kepadatan Lalat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatibarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Volume 5, nomor 4, hal561.

Maryantuti, 2007. Bakteri Patogen Yang Disebabkan Oleh Lalat Rumah (Musca Domestica, L) Di Rumah Sakit Pekan Baru. Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, Pekan Baru. Http://One.Indoskripsi.Com

Mukono. 2006. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Airlangga

University Press.

Mulasari, Husodo, & Muhadjir, 2016. Analisis Situasi Permasalahan Sampah Kota Yogyakarta Dan Kebijakan Penanggulanganya

Nursalam. 2011. Konsep dan Penerapan Metodologi PenelitianIlmu Keperawatan. Jakarta: SalembaMedika.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No.50 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya. Jakarta:MenKesRI.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 03 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum RI

Saryono. 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Mitra

Cendikia. Sitanggang, Totianto. 2001. Studi Potensi Lalat Sebagai Vektor Mekanik Cacing Parasit Melalui Pemeriksaan Eksternal. Skripsi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Sitanggang, 2001. Potensi Lalat Sebagai Vektor Mekanik Cacing Parasit Melalui Pemeriksaan Eksternal

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Alfabeta.

Suyono, Budiman. 2010. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Dalam Konteks Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC.

Slamet JS. 2011. Kesehatan Lingkungan. 8th ed. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 178-185 p.

Tri Wijayanti. 2008. Serba Serbi Vektor. Staf Loka Litbang P2B2

Banjarnegara.

Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Jakarta: Presiden RI..

Wijayanti, 2009. Hubungan Kepadatan Lalat Dan Diare Pada Balita

Yang Bermukim Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bantar Gerbang. Universitas Indonesia. Depok

Yudhastuti Ririh. 2011. Pengendalian Vektor dan Rodent. Surabaya: Pustaka Melati.

Downloads

Published

2025-05-31

How to Cite

Muhammad Irzandi Arifai, Kanan, M., Sakati, S. N., Otoluwa, A. S., & Dwicahya, B. (2025). Gambaran Penanganan Sampah dan Kepadatan Lalat di Pasar Pagimana : Overview of Waste Handling and Fly Density in Pagimana Market. Buletin Kesehatan Mahasiswa, 3(3), 128–135. https://doi.org/10.51888/jpmeo.v3i3.266