Edukasi Pengelolaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga untuk Meningkatkan Sanitasi Lingkungan di Desa Sakay Tahun 2025

Household Wastewater Management Education to Improve Environmental Sanitation in Sakay Village in 2025

Authors

  • Moh. Fajar Alamsyah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk
  • Bambang Dwicahya Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk

DOI:

https://doi.org/10.51888/maleo.v4i2.450

Keywords:

Sanitasi lingkungan, pendidikan kesehatan, air limbah rumah tangga, fasilitas pembuangan air limbah, pengelolaan air limbah

Abstract

Fasilitas pembuangan air limbah rumah tangga masih menjadi tantangan dalam meningkatkan sanitasi lingkungan, terutama ketika air limbah domestik dibuang langsung ke halaman, selokan terbuka, atau badan air tanpa pengelolaan standar kesehatan yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pengelolaan pembuangan air limbah rumah tangga di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pra-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok. Kegiatan ini melibatkan 62 responden yang terdiri dari pejabat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan rumah tangga. Intervensi dilakukan melalui pendidikan kesehatan, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan peningkatan deskriptif pada pengetahuan masyarakat. Responden dalam kategori pengetahuan baik meningkat dari 67,7% pada pretest menjadi 87,1% pada posttest. Kategori pengetahuan sedang menurun dari 24,2% menjadi 9,7%, sedangkan kategori pengetahuan rendah menurun dari 8,1% menjadi 3,2%. Dari segi sikap, responden dengan sikap positif tetap sebesar 88,7% baik pada pra-uji maupun pasca-uji. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan pengelolaan air limbah rumah tangga meningkatkan pengetahuan masyarakat, meskipun tidak menunjukkan perubahan pada kategori sikap. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan bantuan teknis, pemantauan fasilitas air limbah rumah tangga, dan pengembangan hasil konkret seperti model fasilitas pembuangan air limbah untuk memastikan bahwa peningkatan pengetahuan dapat diterjemahkan ke dalam praktik sanitasi berkelanjutan.

Household wastewater disposal facilities remain a challenge in improving environmental sanitation, particularly when domestic wastewater is discharged directly into yards, open drains, or water bodies without proper health-standard management. This educational activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding household wastewater disposal management in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The activity involved 62 respondents consisting of village officials, community leaders, and household representatives. The intervention was conducted through health education, interactive discussion, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis through frequency distribution and percentages. The results showed a descriptive increase in community knowledge. Respondents in the good knowledge category increased from 67.7% in the pre-test to 87.1% in the post-test. The moderate knowledge category decreased from 24.2% to 9.7%, while the poor knowledge category decreased from 8.1% to 3.2%. In terms of attitude, respondents with positive attitudes remained at 88.7% in both the pre-test and post-test. These findings indicate that household wastewater management education improved community knowledge, although it did not show a change in attitude category. This activity should be followed up with technical assistance, monitoring of household wastewater facilities, and the development of concrete outputs such as a model wastewater disposal facility to ensure that improved knowledge can be translated into sustainable sanitation practices. 

References

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik lingkungan hidup Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Banggai Kepulauan. (2024). Kabupaten Banggai Kepulauan dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Kabupaten Banggai Kepulauan.

Effendi, S. U., Aprianti, R., & Angelia, L. (2022). Hubungan kualitas air bersih dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare pada balita. Jurnal Sains Kesehatan, 29(2), 19–27. doi:10.37638/jsk.29.2.19-27

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 04/PRT/M/2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

Ramadhan, D., Indah, S., & Helard, D. (2023). Strategi pengelolaan air limbah domestik di kawasan permukiman hulu sungai Kelurahan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(3), 274–281. doi:10.14710/jkli.22.3.274-281

Sapta, W. A., & Murwanto, B. (2024). Penyuluhan pembuatan sarana pembuangan air limbah (SPAL) rumah tangga di Dusun Bangun Rejo Desa Sidosari Kecamatan Natar. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 3256–3261. doi:10.31004/cdj.v5i2.26545

Setiawati, Y., Suryani, L., Wahyudi, A., & Ulfah, M. (2024). Analisis faktor kepemilikan saluran pembuangan air limbah rumah tangga. Cendekia Medika: Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 9(2), 368–376.

Triana, C. M., Thohari, I., Sulistio, I., Hermiyanti, P., & Rachmaniyah, R. (2023). Hubungan kondisi sanitasi dasar rumah dengan kejadian diare: Studi di wilayah RW 5 Sukomanunggal Baru PJKA Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya tahun 2023. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(3), 126–131. doi:10.26630/rj.v17i3.4005

Vera, V. A., Tosepu, R., & Nurmaladewi. (2022). Hubungan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan dengan kejadian diare pada masyarakat pesisir Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka tahun 2022. Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes, 3(3), 35–49

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Alamsyah, M. F., & Dwicahya, B. (2026). Edukasi Pengelolaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga untuk Meningkatkan Sanitasi Lingkungan di Desa Sakay Tahun 2025: Household Wastewater Management Education to Improve Environmental Sanitation in Sakay Village in 2025. Jurnal Pengabdian MALEO, 4(2), 93–101. https://doi.org/10.51888/maleo.v4i2.450

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2