Perilaku Pencegahan dan Praktik Perawatan Tradisional pada Penyintas Demam Berdarah Dengue: Studi Fenomenologi di Desa Lumbi-Lumbia

Dengue Hemorrhagic Fever Prevention Behaviors and Traditional Care Practices among Survivors: A Phenomenological Study in Lumbi-Lumbia Village

Authors

  • Andi Asrina Universitas Muslim Indonesia
  • Harniati Universitas Indonesia Timur
  • Sriyanti Ambar STIKES Fatima Parepare
  • Sulasmi Anggo Universitas Muhammadiyah Luwuk
  • Sitti Herliyanti Rambu Stikes Amanah Makassar
  • Zulkifli STIKes Bina Bangsa Majene

DOI:

https://doi.org/10.51888/phj.v17i1.432

Keywords:

Perilaku pencegahan, fenomenologi, Demam Berdarah Dengue, penyintas DBD, perawatan tradisional

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena penularannya dipengaruhi oleh keberadaan vektor, kondisi lingkungan, dan perilaku pencegahan di tingkat rumah tangga. Pengalaman seseorang setelah menderita DBD dapat membentuk cara pandang, kewaspadaan, dan praktik pencegahan di keluarga maupun komunitas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dan perilaku pencegahan DBD pada penyintas DBD di Desa Lumbi-Lumbia, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian adalah penyintas DBD yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria pernah menderita DBD, telah sembuh, berdomisili di Desa Lumbi-Lumbia, dan bersedia menjadi informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan analisis tematik fenomenologis melalui transkripsi, pembacaan berulang, pengodean, pengelompokan kategori, dan perumusan tema. Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi sumber/metode, member checking, dan diskusi sejawat. Hasil: Ditemukan lima tema utama, yaitu: (1) kebersihan rumah dan pengendalian sarang nyamuk; (2) perlindungan diri dari gigitan nyamuk melalui obat nyamuk dan kelambu; (3) pemenuhan nutrisi, cairan, dan imunitas tubuh; (4) pengalaman sakit dan trauma sebagai pendorong perubahan perilaku; serta (5) praktik perawatan tradisional yang diyakini masyarakat. Kesimpulan: Perilaku pencegahan DBD pada penyintas tidak hanya berupa tindakan teknis 3M Plus, tetapi juga terbentuk dari pengalaman sakit, rasa rentan, dukungan keluarga, dan praktik lokal yang hidup di masyarakat. Edukasi pencegahan DBD perlu dilakukan secara berulang, kontekstual, dan tetap menekankan akses pada pelayanan kesehatan formal.

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a public health problem because its transmission is influenced by the presence of vectors, environmental conditions, and preventive behavior at the household level. A person's experience after suffering from DHF can shape perspectives, awareness, and preventive practices in families and communities. This study aims to explore the experiences and behaviors of DHF prevention in DHF survivors in Lumbi-Lumbia Village, Buko District, Banggai Islands Regency. The study used a qualitative design with a phenomenological approach. Research informants were DHF survivors who were selected purposively based on the criteria of having suffered from DHF, having recovered, residing in Lumbi-Lumbia Village, and being willing to be informants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Analysis was carried out using phenomenological thematic analysis through transcription, repeated reading, coding, category grouping, and theme formulation. Data credibility was strengthened through source/method triangulation, member checking, and peer discussion. Results: Five main themes were found, namely: (1) home cleanliness and mosquito nest control; (2) self-protection from mosquito bites through mosquito repellent and mosquito nets; (3) meeting nutritional, fluid, and immune needs; (4) experiences of illness and trauma as drivers of behavioral change; and (5) traditional care practices believed in by the community. Conclusion: Dengue fever prevention behavior in survivors is not only the technical 3M Plus measures, but is also formed from experiences of illness, feelings of vulnerability, family support, and local practices that exist in the community. Dengue fever prevention education needs to be carried out repeatedly, contextually, and continue to emphasize access to formal health services.

References

Dewi, T. F., Wiyono, J., & Ahmad, Z. S. (2019). Hubungan pengetahuan orang tua tentang penyakit DBD dengan perilaku pencegahan DBD di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 4(1), 348-358.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan. (2024). Data penderita DBD Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2024. [Dokumen internal].

Gifari, M. A., Rusmartini, T., & Astuti, R. D. I. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku gerakan 3M Plus dengan keberadaan jentik Aedes aegypti. Bandung Meeting on Global Medicine & Health, 1(1), 84-90.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Tahunan 2022 Demam Berdarah Dengue. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lanyumba, F. S., Dianomo, E., Ebu, Z. Y., Yalisi, R., & Sattu, M. (2019). Pengaruh penyuluhan ASI eksklusif terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan ibu balita di Kecamatan Balantak Selatan Kabupaten Banggai. Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal, 10(2), 57-61.

Lestari, D., Arbiastutie, Y., & Helena, S. (2021). Sosialisasi pembuatan tanaman obat keluarga (TOGA) pada masyarakat Kepulauan Lemukutan Kalimantan Barat dalam usaha penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 298-302.

Puskesmas Tataba Kecamatan Buko. (2024). Data penderita DBD wilayah kerja Puskesmas Tataba Kecamatan Buko tahun 2024. [Dokumen internal].

Sattu, M., Lanyumba, F. S., Djalumang, R. E., Otoluwa, A. S., & Monoarfa, Y. (2024). Pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang melalui kegiatan penyuluhan di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai. Jurnal Pengabdian MALEO, 2(2), 65-70.

Sutriyawan, A. (2021). Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemberantasan sarang nyamuk. Journal of Nursing and Public Health, 9(2), 1-10. https://doi.org/10.37676/jnph.v9i2.1788

Sutriyawan, A., Wirawati, K., & Suherdin, S. (2021). Kejadian Demam Berdarah Dengue dan hubungannya dengan perilaku 3M Plus: Studi kasus kontrol. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 172-180.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Asrina, A. ., Harniati, Ambar , S. ., Anggo, S., Rambu, S. H. ., & Zulkifli. (2026). Perilaku Pencegahan dan Praktik Perawatan Tradisional pada Penyintas Demam Berdarah Dengue: Studi Fenomenologi di Desa Lumbi-Lumbia: Dengue Hemorrhagic Fever Prevention Behaviors and Traditional Care Practices among Survivors: A Phenomenological Study in Lumbi-Lumbia Village. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 17(1), 140–147. https://doi.org/10.51888/phj.v17i1.432

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.