Status Gizi Remaja di Kota Luwuk

Adolescent Nutritional Status in Luwuk City

Authors

  • Herawati Herawati Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk
  • Usmira Putri Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk
  • Muhammad Syahrir Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk
  • Mulyansyah AR Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

DOI:

https://doi.org/10.51888/phj.v10i1.5

Keywords:

Status Gizi, Indeks Masa Tubuh, Remaja

Abstract

Status gizi merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap individu supaya mampu mengantisipasi dan mencegah terjadinya gizi kurang maupun gizi lebih. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran status gizi anak remaja di wilayah Kota Luwuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa/siswi yang berada pada 4 Sekolah Menengah Atas (SMP) di Wilayah Kota Luwuk tahun 2019 yang berjumlah 2.161 berdasarkan metode Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan terendah responden yaitu sebesar 26,20 kg dan Berat Badan tertinggi 89 kg, dengan rerata berat responden yaitu 46,51 kg, Tinggi Badan terendah responden yaitu 136 cm dan tinggi badan tertinggi 170,3 cm, dengan rerata tinggi badan responden yaitu 152 cm, Status Gizi Anak Remaja sangat kurus sebanyak 3 responden (0,8%), gizi kurus sebanyak 18 responden (4,8%), gizi normal sebanyak 282 responden (75,6%), gizi gemuk sebanyak 35 responden (9,3%), dan status gizi obesitas sebanyak 35 responden (9,3%). Hasil pengukuran dan perhitungan IMT/U pada remaja menunjukan rata-rata remaja masuk dalam kategori status gizi normal (ideal), sedangkan selebihnya mengalami masalah gizi. Diharapkan kepada orang tua agar lebih memperhatikan status gizi anaknya dengan memperhatikan asupan zat gizinya karena masa remaja merupakan masa pertumbuhan anak, dan Kepala Sekolah diharapkan untuk dapat bekerja sama dengan instansi kesehatan dan perguruan tinggi untuk menyampaikan materi terkait gizi seimbang.

Nutritional status is an important thing that must be known by every individual in order to be able to anticipate and prevent the occurrence of undernutrition and over nutrition. This research was conducted with the aim to find out the nutritional status of adolescents in the Luwuk City area. This type of research is descriptive. The population in this study were students who were in 4 High Schools (SMP) in the Luwuk City Region in 2019, amounting to 2,161 based on the Accidental Sampling method. Analysis of the data used is descriptive. The results showed that the body weight respondent's lowest body weight was 26.20 kg and the highest body weight was 89 kg, with the respondent's average weight being 46.51 kg, the respondent's lowest body height was 136 cm and the highest body height was 170.3 cm , with the average height of the respondent is 152 cm, the Nutrition Status of Adolescent Children is very thin as much as 3 respondents (0.8%), thin nutrition as much as 18 respondents (4.8%), normal nutrition as many as 282 respondents (75.6%), obese nutrition as many as 35 respondents (9.3%), and nutritional status of obesity as many as 35 respondents (9.3%). The measurement results and calculation of BMI/U in adolescents shows the average adolescent is included in the category of normal (ideal) nutritional status, while the rest are experiencing nutritional problems. It is expected that parents pay more attention to their child's nutritional status by paying attention to their nutritional intake because adolescence is a growing period of children, and the Principal is expected to be able to work together with health agencies and universities to deliver material related to balanced nutrition.

References

Alfyan, M Taufik.,Hubungan Pengetahuan Gizi Dengan Status Gizi Siswa Di SMA Harapan 1 Medan Tahun 2010. Available from: http://respository.usu.ac.id/handle/123456789/23456. [accessed 25 mei 2019].

Angga J.R dan Wisudyazs. (2010). Perbedaan Tingkat Stres Antara Siswa Obesitas Dan Tidak Obesitas Pada Remaja Kelas XI SMA Batik Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas 11 Maret Surakarta.

Ari Istiany & Rusilanti. 2014. Gizi Terapan. Bandung: PT Remaja RosdaKarya Offset.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai. 2019. Profil Kesehatan Kabupaten Banggai Tahun 2018. Luwuk.

Erni S. Nomate, Marselinus L. Nur, dan Sarci M. Toy. (2017). Hubungan Teman Sebaya, Citra Tubuh Dan Pola Konsumsi Dengan Status Gizi Remaja Putri. Universitas Negeri Semarang. Available from: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph. [accessed 28 june 2019].

Fivi Arnia Soviani. (2017). Gambaran Status Gizi Remaja Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Dan Lingkar Lengan Atas Di Pondok Pesantren Al-Islam Kota Yogyakarta Tahun 2017.Program Studi Kebidanan (D-3) STIKES Jendral Ahmad Yani. Yogyakarta

Hardinsyah, dan I Dewa Nyoman Supariasa. (2016). Ilmu Gizi Teori Dan Aplikasi. Jakarta: EGC.

Khomsan, A. (2003). Pangan dan Gizi untuk Kesehatan.PT.Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Madanijah, S. 2004. Pendidikan Gizi dalam Pengantar Pengadaan Pangan dan Gizi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nawawi H. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif. Yogyakarta:UGM.

Novita Restiani. 2012. Hubungan Citra Tubuh, Asupan Energi, Dan Zat Gizi Makro Serta Aktifitas Fisik Dengan Status Gizi Lebih Pada Siswa SMP Muhammadiyah 31 Jakarta Timur Tahun 2012. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Nurul Fitriah. (2013). Hubungan Antara Obesitas Dengan Stres Pada Remaja Di Madrasah Aliyah Negeri Model. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Proverawati Atikah. 2012. Obesitas Dan Gangguan Perilaku Makan Pada Remaja. Yogyakarta.

Putry Kurniawati. (2017). Gambaran Status Gizi Remaja Putri Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT/U) Di SMA N 1 Minggir Kabupaten Sleman. Program Studi Kebidanan (D-3) STIKES Jendral Achmad Yani. Yogyakarta.

Ratna Indra Sari. (2012). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Remaja Usia 12-15 Tahun Di Indonesia Tahun 2007. FKM Universitas Indonesia. Depok.

Riskesdas. (2018). Laporan Nasional RISKESDAS 2018.Kementrian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 2019. Available from: http://labdata.litbang,depkes.go.id/ccount/click.php?id=19. [accessed 1 juli 2019].

Rizema Putra Siti Atafa. (2012). Panduan Riset Keperawatan Dan Penulisan Ilmiah. Baturetno Bangun Tapan Yogyakarta : D-MEDIKA

Suhardjo. (1996). Berbagi Cara Pendidikan Gizi. Bumi Aksara. Jakarta.

Suhardjo. (2000). Perencanaan Pangan danGizi. Bumi Aksara. Jakarta.

Supriasa I Dewa Nyoman, Bachyar Bakri, dan Ibnu Fajar. (2016). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC

Weni Kurdanti, Isti Suryani, Nurul Huda Syamsiatun, Listiana Purnaning Siwi, Mahardika M A, Dian M, Kurnia I S. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas Pada Remaja.

WHO-Global Health Observatory data repository by category Body Massa Indeks. 2016. Diakses 1 juli 2019. Available from: apps.who.int/gho/data/node.main.BMIANTHROPOMETRY?lang=eg

Yolanda Syahfitri, Yanti Ernalia, dan Tuti Restuastuti. (2017). Gambaran Status Gizi Siswa-Siswi SMP Negeri 13 Pekanbaru Tahun 2016

Downloads

Published

2019-06-30

How to Cite

Herawati, H., Putri, U., Syahrir, M., & AR, M. . (2019). Status Gizi Remaja di Kota Luwuk: Adolescent Nutritional Status in Luwuk City. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 10(1), 20–30. https://doi.org/10.51888/phj.v10i1.5

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>