Hubungan Pengetahuan dan Infrastruktur Sanitasi dengan Implementasi PHBS Santri di Pesantren Kota Samarinda

Knowledge and Sanitation Infrastructure Associated with PHBS Implementation Among Islamic Boarding School Students

Authors

  • Audi Aprilia Sarwani Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • vivi Filia elvira Universitas Mulawarman
  • Masithah Masithah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Muhammad Aidil Fitrah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Alma Feriyanti Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.51888/phj.v7i1.435

Keywords:

Perilaku hidup bersih dan sehat, pengetahuan, sarana sanitasi, pesantren, santri

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki kepadatan hunian tinggi dan keterbatasan sanitasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan PHBS dan ketersediaan sarana sanitasi dengan perilaku PHBS santri di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Daarul Falaah Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 203 santri aktif dengan sampel 66 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Lemeshow. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi sarana sanitasi berdasarkan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,5% santri memiliki pengetahuan PHBS baik, 48,5% memiliki perilaku PHBS baik, dan 48,5% tinggal pada asrama dengan sarana sanitasi memenuhi syarat. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku PHBS (p=0,000; OR=12,857) dan hubungan antara ketersediaan sarana sanitasi dengan perilaku PHBS (p=0,028; OR=3,182). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan tetap berhubungan signifikan dengan perilaku PHBS (p=0,000), sedangkan ketersediaan sarana sanitasi tidak signifikan secara statistik (p=0,811). Pengetahuan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan perilaku PHBS santri. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan berkelanjutan serta pemeliharaan sarana sanitasi di lingkungan pesantren.

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is an important effort in preventing environment-based diseases, particularly in Islamic boarding schools with high occupancy density and limited sanitation facilities. This study aimed to analyze the relationship between PHBS knowledge, the availability of sanitation facilities, and PHBS behavior among students at Daarul Falaah Qur’anic Boarding School Samarinda. This study used an analytic quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of 203 active students, with 66 respondents selected using simple random sampling based on the Lemeshow formula. The research instruments consisted of questionnaires and sanitation facility observation sheets based on the standards of the Indonesian Ministry of Health that had undergone validity and reliability testing. Data were analyzed using chi-square and binary logistic regression tests with a significance level of 0.05. The results showed that 51.5% of students had good PHBS knowledge, 48.5% demonstrated good PHBS behavior, and 48.5% lived in dormitories with adequate sanitation facilities. Bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge and PHBS behavior (p=0.000; OR=12.857) and between the availability of sanitation facilities and PHBS behavior (p=0.028; OR=3.182). Multivariate analysis indicated that knowledge remained significantly associated with PHBS behavior (p=0.000), while the availability of sanitation facilities was not statistically significant (p=0.811). Knowledge showed a stronger relationship with students’ PHBS behavior. Therefore, continuous health education and regular maintenance of sanitation facilities are recommended in Islamic boarding schools.

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.

Alfaidah, F., Rahayu, S., & Hasanah, N. (2024). Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan kesehatan lingkungan pesantren. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16(1), 45–53.

Amalia, R., & Haryanto, B. (2022). Variasi pemahaman PHBS pada remaja di pondok pesantren Jawa Tengah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(4), 312–320.

Anggara, R. (2019). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies pada santri di pesantren Kota Samarinda. Jurnal Kesehatan Mulawarman, 8(2), 78–86.

Asri, N., Wahyuni, T., & Hendra, A. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku PHBS santri di pesantren wilayah Jawa Timur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 114–123.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.

Curtis, V., & Cairncross, S. (2003). Effect of washing hands with soap on diarrhoea risk in the community: A systematic review. The Lancet Infectious Diseases, 3(5), 275–281.

Endalew, B., Shiferaw, D., Tesfaye, T., & Tekle, D. (2022). Access to handwashing facilities and hygiene behavior in sub-Saharan Africa: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(7), 3812.

Febrianti, D. (2020). Pengembangan instrumen pengukuran perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja pesantren. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(4), 289–298.

Green, L. W. (1980). Health education planning: A diagnostic approach. Mayfield Publishing Company.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.

Hargono, A., Martini, S., & Wahyuni, C. U. (2022). Optimalisasi pemanfaatan fasilitas sanitasi dalam mendukung perilaku PHBS di komunitas pesantren. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 89–97.

Hidayat, R., Setiawan, A., & Putri, F. (2021). Perbedaan perilaku PHBS antara santri laki-laki dan perempuan di pondok pesantren wilayah Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 17(1), 55–64.

Indriani, D., Sari, P., & Nugroho, A. (2023). Hambatan struktural terhadap implementasi PHBS pada santri putri pondok pesantren. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Lingkungan, 14(2), 67–76.

Kemenag RI. (2022). Statistik pendidikan Islam 2021/2022. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Kemenag RI. (2023). Survei kondisi sanitasi pondok pesantren Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Kemenkes RI. (2020). Pedoman teknis penilaian rumah sehat. Direktorat Jenderal Kesehatan Lingkungan.

Kemenkes RI. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khamida, A., Fahmi, I., & Rahmah, S. (2025). Integrasi nilai Islam dalam program PHBS pesantren: Studi kualitatif di Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Kesehatan, 3(1), 1–10.

Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of sample size in health studies. John Wiley & Sons.

Lubis, Z., Siregar, E., & Harahap, D. (2022). Determinan perilaku hidup bersih sehat pada remaja pesantren Sumatera Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 9(1), 34–42.

Mayrona, C. T., Setiani, O., & Jati, S. P. (2018). Hubungan sanitasi pesantren dengan penyakit berbasis lingkungan pada santri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(6), 36–45.

Nawawi, M., Hasan, R., & Bakar, A. (2023). Sanitasi pesantren dan dampaknya terhadap prevalensi skabies: Studi longitudinal di Kalimantan Timur. Jurnal Penyakit Tropis Indonesia, 6(1), 22–31.

Nilandita, P., Septiana, R., & Cahyo, K. (2022). Pengetahuan tentang dampak sanitasi buruk dan perilaku kebersihan di pesantren. Jurnal Promosi Kesehatan, 17(3), 201–210.

Notoatmodjo, S. (2020). Ilmu perilaku kesehatan (Edisi ketiga). Rineka Cipta.

Nurhayati, E., & Epid, M. (2022). Determinan perilaku kesehatan di lingkungan institusi: Studi kasus pesantren. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(4), 234–243.

Puskesmas Bengkuring. (2022). Laporan tahunan Puskesmas Bengkuring 2022. Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

Rachmawati, I., & Pratama, B. (2023). Korelasi pengetahuan dan perilaku PHBS pada remaja berasrama lintas institusi. Jurnal Kesehatan Remaja Indonesia, 5(1), 23–32.

Rahmi, F., & Sulaiman, M. (2021). Tingkat pengetahuan PHBS santri pesantren modern: Perbandingan pesantren dengan dan tanpa kurikulum kesehatan. Jurnal Kesehatan Pendidikan, 8(3), 112–120.

Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Sarwani, A. A. (2023). Studi pendahuluan perilaku PHBS santri PPTQ Daarul Falaah Samarinda [Laporan Penelitian]. Universitas Mulawarman.

Sartika, R. A. D. (2019). Pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku hidup bersih sehat pada komunitas pesantren. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 15(4), 145–153.

Setia, M. S. (2016). Methodology series module 1: Cohort studies. Indian Journal of Dermatology, 61(1), 21–25.

Sutrisno, E., & Wulandari, P. (2020). Analisis faktor lingkungan fisik pesantren terhadap kejadian penyakit kulit pada santri. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 45–54.

Triningsih, D., Arifin, M., & Widiastuti, R. (2022). Peran pengasuh pesantren dalam pembinaan PHBS santri: Studi kualitatif. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(2), 78–87.

Wahyuni, R., & Simamora, R. H. (2024). Pengaruh kelompok sebaya terhadap perilaku kesehatan remaja akhir di institusi pendidikan berasrama. Jurnal Keperawatan Komunitas, 12(1), 34–43.

WHO. (2022). Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000–2022. World Health Organization.

WHO. (2023). Global health statistics 2023: Sanitation-related mortality and morbidity. World Health Organization.

Widowati, E., & Yuliawan, D. (2024). Hubungan ketersediaan fasilitas sanitasi dengan kepatuhan PHBS santri pesantren di Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa, 11(2), 90–99.

Zuhriyah, L., Nasution, M., & Qomariyah, A. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PHBS di lingkungan pondok pesantren: Studi kasus di Kalimantan Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa, 8(3), 110–118.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Sarwani , A. A., elvira, vivi F., Masithah, M., Fitrah, M. A., & Feriyanti, A. (2026). Hubungan Pengetahuan dan Infrastruktur Sanitasi dengan Implementasi PHBS Santri di Pesantren Kota Samarinda: Knowledge and Sanitation Infrastructure Associated with PHBS Implementation Among Islamic Boarding School Students. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 17(1), 33–42. https://doi.org/10.51888/phj.v7i1.435

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.