Gambaran Status Gizi dan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Operator Container Crane di PT X

Overview of Nutritional Status and Work Fatigue for CC Operator Workers at PT X

Authors

  • Dewi Novita Hardianti Mulawarman University
  • Ida Ayu Indira Dwika Lestari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Desak Putu Sukraniti Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.51888/phj.v14i1.165

Keywords:

Container Crane, kelelahan kerja, status gizi

Abstract

PT. X menggunakan pesawat angkat container crane (CC) sebagai sarana untuk melakukan kegiatan. Petugas operator CC memegang penting dalam proses bongkar muat kontainer dengan tingkat konsentrasi yang tinggi. Posisi kerja monoton berpotensi menimbulkan kelelahan akibat dari sikap kerja (posisi kerja) yang tidak ergonomis. Faktor lain yang menyebabkan kelelahan yaitu dari segi aspek gizi. Aspek gizi yang penting bagi pekerja adalah asupan energi pekerja. Asupan energi yang tidak sesuai dengan kebutuhan energi akan mempercepat pekerja tersebut merasa lelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi dan kelelahan kerja pada pekerja operator CC di PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang menggambarkan status gizi dan tingkat kelelahan kerja pada operator CC. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik quota sampling berjumlah 20 operator CC dengan menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Comittee. Hasil penelitian menunjukkan status gizi pekerja operator CC di PT. X berdasarkan penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kebanyakan status gizi normal, yaitu sebanyak 50 persen, yang mengalami pre-obesitas sebanyak 45 persen dan 5 persen mengalami obesitas. Berdasarkan hasil pengukuran tingkat kelelahan didapatkan hasil bahwa operator CC banyak mengalami kelelahan tingkat ringan sebanyak 65 persen, sedang 25 persen dan tinggi 10 persen. PT. X uses a container crane (CC) as a means of carrying out activities. CC operators play an important role in the process of loading and unloading containers with a high level of concentration. The operator's working position is relatively monotonous that potential to cause fatigue due to work attitudes (work positions) that are not ergonomic. Another factor that causes fatigue is in terms of nutritional aspects. An important aspect of nutrition for workers is the worker's energy intake. Energy intake that is not in accordance with energy needs will accelerate the worker feeling tired. This study aims to describe the nutritional status and work fatigue of CC operator workers at PT. X. This research is a descriptive observational study that describes the nutritional status and work fatigue level of CC operators. The population in this study using the quota sampling technique totalled 20 CC operators. The results showed Most of the normal nutritional status, namely as much as 50 percent, who experienced pre-obesity as much as 45 percent and 5 percent were obese. Based on the results it was found that many CC operators experienced mild fatigue as much as 65 percent, medium 25 percent and high 10 percent.

References

Akbar, M.B., Kalsum and Mahyuni, E.L. (2015) ‘Perbedaan Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Kebiasaan Sarapan Pada Pekerja Kuris Pengiriman Barang JNE di Kota Medan Tahun 2015’, 2015.

Andreyani, N.L.P.M., Sutajaya, I.M. and Dewi, N.P.S.R. (2019) ‘Pola Konsumsi Yang Tidak Teratur Mengakibatkan Kelelahan Dini Dan Peningkatan Beban Kerja Penenun Di Desa Gelgel Klungkung Bali’, Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha, 6(3), pp. 112–122.

Darmayanti, J.R., Handayani, P.A. and Supriyono, M. (2021) ‘Hubungan Usia , Jam , dan Sikap Kerja terhadap Kelelahan Kerja Pekerja Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah’, Prosidang Seminar Nasional UNIMUS, 4, pp. 1318–1330.

Hanifto, W.R. (2012) Pengaruh Pemberian Peregangan Oto (Stretching) Pada Pekerja Posisi Duduk Bagian Pelinting Rokok Terhadap Produktivitas Kerja di PT. Djitoe Indonesia Tobacco.

Hermawan, B., Haryono, W. and Soebijanto, S. (2017) ‘Sikap, beban kerja dan kelelahan kerja pada pekerja pabrik produksi aluminium di Yogyakarta Attitude, workload and fatigue among aluminum production factory workers in Yogyakarta’, BKM Journal of Community Medicine and Public Health, 33, pp. 213–218.

Kanah Arieska, P. and Herdiani, N. (2020) ‘Hubungan Pengetahuan Dan Pola Konsumsi Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Kesehatan’, Medical Technology and Public Health Journal, 4(2), pp. 203–211. https://doi.org/10.33086/mtphj.v4i2.1199.

Muizzudin, A. (2013) ‘Hubungan Kelelahan Dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Tenun Di Pt. Alkatex Tegal’, Unnes Journal of Public Health, 2(4), pp. 1–8. https://doi.org/10.15294/ujph.v2i4.3063.

Akbar, M.B., Kalsum and Mahyuni, E.L. (2015) ‘Perbedaan Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Kebiasaan Sarapan Pada Pekerja Kuris Pengiriman Barang JNE di Kota Medan Tahun 2015’, 2015.

Andreyani, N.L.P.M., Sutajaya, I.M. and Dewi, N.P.S.R. (2019) ‘Pola Konsumsi Yang Tidak Teratur Mengakibatkan Kelelahan Dini Dan Peningkatan Beban Kerja Penenun Di Desa Gelgel Klungkung Bali’, Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha, 6(3), pp. 112–122.

Darmayanti, J.R., Handayani, P.A. and Supriyono, M. (2021) ‘Hubungan Usia , Jam , dan Sikap Kerja terhadap Kelelahan Kerja Pekerja Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah’, Prosidang Seminar Nasional UNIMUS, 4, pp. 1318–1330.

Hanifto, W.R. (2012) Pengaruh Pemberian Peregangan Oto (Stretching) Pada Pekerja Posisi Duduk Bagian Pelinting Rokok Terhadap Produktivitas Kerja di PT. Djitoe Indonesia Tobacco.

Hermawan, B., Haryono, W. and Soebijanto, S. (2017) ‘Sikap, beban kerja dan kelelahan kerja pada pekerja pabrik produksi aluminium di Yogyakarta Attitude, workload and fatigue among aluminum production factory workers in Yogyakarta’, BKM Journal of Community Medicine and Public Health, 33, pp. 213–218.

Kanah Arieska, P. and Herdiani, N. (2020) ‘Hubungan Pengetahuan Dan Pola Konsumsi Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Kesehatan’, Medical Technology and Public Health Journal, 4(2), pp. 203–211. https://doi.org/10.33086/mtphj.v4i2.1199.

Muizzudin, A. (2013) ‘Hubungan Kelelahan Dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Tenun Di Pt. Alkatex Tegal’, Unnes Journal of Public Health, 2(4), pp. 1–8. https://doi.org/10.15294/ujph.v2i4.3063.

Suma’mur. (2009). Higine Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Jakarta: Sagung seto.

Tarwaka. (2015). Ergonomi Industri. Harapan Press. Surakarta.

Tasmi, D., Lubis, H. and Mahyini, E. (2015) ‘Hubungan Status Gizi dan Asupan Energi dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja di PT. Perkebunan Nusantara I Pabrik Kelapa Sawit Pulau Tiga Tahun 2015’, Jurnal FKM USU, 2015, pp. 1–7. Available at: https://media.neliti.com/media/publications/14592-ID-hubungan-status-gizi-dan-asupan-energi-dengan-kelelahan-kerja-pada-pekerja-di-pt.pdf.

Waskito, H. (2012) ‘Analisis Pengukuran dan Perhitungan Kelelahan Kerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 19(73), pp. 1–31.

Downloads

Published

2023-06-30

How to Cite

Novita Hardianti, D., Lestari, I. A. I. D. ., & Sukraniti, D. P. . (2023). Gambaran Status Gizi dan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Operator Container Crane di PT X: Overview of Nutritional Status and Work Fatigue for CC Operator Workers at PT X. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 14(1), 14–21. https://doi.org/10.51888/phj.v14i1.165

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)