Hubungan Lingkungan Kerja, Durasi Kerja, Beban Kerja, dan Shift Kerja dengan Burnout pada Operator Amonia PT Pupuk Kalimantan Timur

The Relationship Between Work Environment, Working Hours, Workload, and Shift Work and Burnout Among Ammonia Operators at PT Pupuk Kalimantan Timur

Authors

  • Rafael Fernando Denis Katanni Universitas Mulawarman
  • Iwan Muhammad Ramdan Mahasiswa Sarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Ida Ayu Indira dwika Lestari Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.51888/phj.v7i1.481

Keywords:

burnout, lingkungan kerja, durasi kerja, beban kerja, shift kerja

Abstract

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat stres kerja berkepanjangan yang banyak dialami oleh pekerja dengan tuntutan kerja tinggi, termasuk operator amonia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan kerja, durasi kerja, beban kerja, dan shift kerja dengan burnout pada operator amonia di PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 102 operator amonia. Data burnout dikumpulkan menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI), Data Lingkungan Kerja, durasi kerja, beban kerja, dan shift kerja diperoleh menggunakan kuesioner penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 5% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami burnout kategori ringan sebanyak 62 orang (76,5%), diikuti kategori sedang sebanyak 17 orang (21,0%), dan kategori berat sebanyak 2 orang (2,5%). Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja (p=0,550; r=0,067) maupun durasi kerja (p=0,541; r=0,069) dengan burnout. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja (p=0,029; r=0,243) serta shift kerja (p<0,001; r=0,958) dengan burnout pada operator amonia. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja dan shift kerja berhubungan secara signifikan dengan burnout pada operator amonia, sedangkan lingkungan kerja dan durasi kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan pada populasi penelitian ini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam mengevaluasi pengelolaan beban kerja dan pengaturan shift kerja sebagai bagian dari upaya pencegahan burnout di lingkungan kerja.

Burnout is a condition of physical, emotional, and mental exhaustion resulting from prolonged occupational stress and is commonly experienced by workers with high job demands, including ammonia operators. This study aimed to analyze the relationship between work environment, working duration, workload, and shift work with burnout among ammonia operators at PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 81 respondents were selected using simple random sampling from a population of 102 ammonia operators. Burnout data were collected using the Maslach Burnout Inventory (MBI), while work environment data were obtained through Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Spearman rank correlation test at a significance level of 5% (p<0.05). The results showed that most respondents experienced mild burnout (62 respondents; 76.5%), followed by moderate burnout (17 respondents; 21.0%) and severe burnout (2 respondents; 2.5%). The Spearman correlation test indicated no significant relationship between work environment (p=0.550; r=0.067) or working duration (p=0.541; r=0.069) and burnout. In contrast, significant relationships were found between workload (p=0.029; r=0.243) and burnout, as well as between shift work (p<0.001; r=0.958) and burnout among ammonia operators. This study demonstrated that workload and shift work were significantly associated with burnout among ammonia operators, whereas work environment and working duration were not significantly associated with burnout in the study population. These findings may serve as a basis for companies to evaluate workload management and shift scheduling as part of workplace burnout prevention strategies.

References

Ahmad, A. J., Mappamiring, & Mustari, N. (2022). Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba. Journal Unismuh, 3(1), 287–298.

Amin, B., Rachid, C., Salah, A., & Mohammed, B. (2024). Burnout syndrome among oil and gas workers: A systematic literature review. https://doi.org/10.15244/pjoes/185539

Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2023). Job demands–resources theory: Taking stock and looking forward. Journal of Occupational Health Psychology, 28(3), 215–228.

Dawson, D., Chapman, J., & Thomas, M. J. W. (2012). Fatigue-proofing: A new approach to reducing fatigue-related risk using the principles of error management. Sleep Medicine Reviews, 16(2), 167–175. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2011.05.004

Firmansyah, F., & Budiono, N. D. (2024). Hubungan usia, masa kerja, dan shift kerja terhadap kelelahan kerja.

Indryan, N. K. G., & Suhana. (2023). Pengaruh beban kerja terhadap burnout pada pekerja.

International Labour Organization. (2022). World Employment and Social Outlook: Trends 2022. Geneva: International Labour Organization.

Lestari, D., Dewi, L., & Hardi, Y. (2024). Hubungan beban kerja, shift kerja dan masa kerja terhadap kelelahan kerja.

Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Understanding the burnout experience: Recent research and its implications for psychiatry.

Pujiarti, P., & Idealistiana, L. (2023). Pengaruh lama kerja dan beban kerja terhadap burnout.

Sari, E. P., & Johansyah, J. (2022). Pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja nonfisik terhadap burnout karyawan pada PT WOM Finance Tenggarong.

Sitinjak, T. F. R. N. (2022). Lingkungan kerja, beban kerja, dan burnout pada karyawan PT Nipsea Paint and Chemicals.

Widyastuti, T. T., et al. (2024). Durasi dan beban kerja sebagai prediktor burnout syndrome pada pekerja konstruksi.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Katanni, R. F. D., Ramdan, I. M., & Lestari, I. A. I. dwika . (2026). Hubungan Lingkungan Kerja, Durasi Kerja, Beban Kerja, dan Shift Kerja dengan Burnout pada Operator Amonia PT Pupuk Kalimantan Timur: The Relationship Between Work Environment, Working Hours, Workload, and Shift Work and Burnout Among Ammonia Operators at PT Pupuk Kalimantan Timur. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 17(1), 81–90. https://doi.org/10.51888/phj.v7i1.481

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)